12 Nov
4:33

Bagaimana Anodized Logam Aluminium? | Blog


Terhitung sekitar 8% dari kerak bumi, aluminium adalah logam yang paling melimpah ketiga di dunia. Pada tahun 2016, produksi aluminium global mencapai angka tertinggi sepanjang masa sebesar 58,8 juta ton — dan tidak ada tanda-tanda produksi akan melambat dalam waktu dekat. Dengan aluminium yang digunakan untuk membuat segala sesuatu mulai dari rangka dan mesin otomotif hingga pesawat ruang angkasa, rangka jendela, kabel listrik, dan lainnya, produksi global kemungkinan akan meningkat di masa depan. Namun, beberapa produsen memproses aluminium mereka untuk meningkatkan sifat-sifatnya dengan menganodisasinya.

Apa itu Anodisasi?

Anodizing adalah proses pasivasi yang melibatkan aplikasi bahan kimia dan listrik untuk membentuk lapisan oksida tebal pada permukaan logam. Pabrikan menganodisasi aluminium dengan merendam aluminium dalam rendaman bahan kimia anodisasi asam. Arus listrik kemudian diterapkan ke aluminium terendam, yang melepaskan hidrogen. Reaksi kimia ini memicu pembentukan oksigen pada permukaan logam menciptakan lapisan oksida alami di atas permukaan aluminium. Ini adalah proses yang sangat teknis yang membutuhkan sejumlah asam, listrik, dan durasi perendaman tertentu. Ketika dilakukan dengan benar, anodizing produk aluminium dapat meningkatkan daya tahan produk.

Aluminium Anodized vs Aluminium Non-Anodized

Perbedaan mendasar antara aluminium anodized dan aluminium non-anodized adalah bahwa yang pertama memiliki lapisan oksida di atas permukaan, sedangkan yang terakhir tidak. Dari sudut pandang praktis, aluminium anodized menawarkan beberapa manfaat. Manfaat utama dari aluminium anodized adalah perlindungan yang lebih besar dari korosi. Aluminium, apakah dianodisasi atau tidak, tidak rentan terhadap karat. Bahkan ketika ditinggalkan di luar ruangan di bawah hujan, aluminium tidak akan pernah berkarat karena tidak mengandung besi. Meskipun demikian, masih bisa menimbulkan korosi, itulah sebabnya produsen sering menganodisasi aluminium mereka. Lapisan oksida yang terbentuk dari proses ini di atas aluminium menciptakan penghalang perlindungan yang mencegah korosi.

Anodizing juga memungkinkan produsen untuk mewarnai permukaan aluminium mereka. Pewarna dapat ditambahkan ke penangas asam di mana aluminium terkena untuk mencapai warna yang berbeda. Ada cara lain untuk mewarnai aluminium, tetapi anodisasi menciptakan ikatan yang lebih kuat karena pewarna terletak di lapisan oksida yang menutupi permukaan.

Bisakah Logam Lain Dianodisasi?

Aluminium bukan satu-satunya logam yang dianodisasi, magnesium, seng, niobium, titanium, dan tantalum. Titanium adalah logam anodized kedua yang paling umum, sering dianodisasi menggunakan Aerospace Materials Standards (ASM) 2487 dan 2488. Hasil akhirnya adalah lapisan oksida yang menutupi titanium dengan ketebalan sekitar 30 nanometer hingga beberapa mikrometer. Logam lain yang dapat dianodisasi termasuk magnesium, seng, niobium, dan tantalum.

« »